“ENGINEERS OF HAPPY LAND : PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN NASIONALISME DI SEBUAH KOLONI” (RUDOLF MRAZEK)
Buku Mrazek berjudul “Engineers of Happy Land: Perkembangan Teknologi dan Nasionalisme di Sebuah Koloni”, memberikan cara lain dalam mempelajari kebudayaan, identitas, dan bangsa di abad ke-20. Buku ini menjadi menarik karena untuk melihat beberapa hal yang telah disebut di atas, Mrazek memilih teknologi sebagai jendela untuk melihat kesemuanya.
(Sampul buku Mrazek. Sumber gambar : https://m.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/buku/sejarah/1j0ekjs-jual-engineers-of-happy-land-perkembangan-teknologi-dan-nasionalisme-di-sebuah-koloni-rudolf-mrazek.)
Hal-hal yang belum pernah terpikirkan selama ini, bahwa perubahan lingkungan material juga nyatanya memiliki potensi terhadap terjadinya perubahan sosial. Mrazek memusatkan perhatian pada hal-hal yang kemungkinan besar banyak dilewatkan oleh penulis lain dan juga hanya memakainya sebagai sumber tambahan. Perhatian khusus yang diberikan Mrazek dalam kajian yang dilakukannya untuk penelitian buku ini sangat teliti, mulai dari melihat pidato-pidato politik, surat-surat, buku-buku harian, esai-esai yang bertema kebudayaan. Itu pun juga masih biasa saja jika melihat dia sebagai sejarawan, namun menjadi cukup manarik bagi penulis yang berasal dari Chekoslovakia ini adalah bagaimana Mrazek kemudian menelusuri laporan-laporan demografis, komunikasi, peta, lukisan, statistik dan sebagainya yang berbahasa Belanda. Maka, sumber dan pemahamannya juga semakin luas dan membuat penelitian ini menjadi cukup kaya.
Wilayah Indonesia menjadi sebuah tempat yang cukup unik karena kekayaan budayanya. Bukan saja budaya lokal yang ada, namun juga karena bercampurnya banyak kebudayaan yang masuk ke Indonesia. Tentunya hal ini telah terjadi ratusan tahun lalu sejak Indonesia masih dikenal dengan sebutan Nusantara (zaman perdagangan), lalu ke gaya Hindia Belanda dengan modernitas yang dibawa dalam menunjang kebutuhan pemerintah Belanda di negeri jajahan. Nyatanya modernitas yang dibawa masuk Belanda untuk mengakomodasi pekerjaan mereka di tanah jajahan, telah ikut juga membentuk kesadaran penduduk pribumi. Mrazek kemudian memilih masa akhir pemerintah Belanda sebagai periode penelitiannya karena ada banyak hal penting yang terjadi dalam periode ini, lebih khusus dengan munculnya kesadaran tentang nation.
Dalam “Komunitas Bayang”, Ben Anderson menegaskan bahwa nasionalisme mulai terbentuk dari adanya mesin cetak. Kehadiran mesin cetak telah melahirkan pers yang menjadi senjata ampuh dalam membangun kesadaran nasional serta sebagai alat penyebarluasan cita-cita akan Indonesia Merdeka. Melalui pers itu masyarakat mulai secara perlahan disadarkan akan kebebasan, nasionalisme, kesatuan sebagai sebuah bangsa, dan tentang kemerdekaan. Mrazek di sisi lain tidak hanya melihat pers sebagai satu jalan lahirnya konsep nation, namun juga melalui benda-benda materil lainnya, seperti kereta api, arsitektur, telepon, dan lainnya yang kesemuannya menurut Mrazek memiliki makna tersendiri pada zamannya. Pada dasarnya di sini Mrazek ingin memberitahu bahwa setiap teknologi yang ada merupakan perwujudan dari cara berpikir suatu masyarakat pada zamannya.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar