“FROM IRIAN JAYA TO PAPUA : THE LIMITS OF PRIMORDIALISM IN INDONESIA’S TROUBLED EAST” (OCTOVIANUS MOTE DAN DANILYN RUTHERFORD)
Dalam esai yang ditulis oleh Mote dan Rutherford ini, mereka mencoba melihat kompleksitas masalah yang terjadi belakang di Papua. Dalam hal ini, kebangkitan nasionalisme Papua dan kerusuhan yang terjadi dalam serang-menyerang antara yang disebut penduduk asli dan penduduk pendatang yang menjadi perhatian. Istilah primordialisme yang berasal dari literatur ilmu sosial dalam tahun 1950-an dan 1960-an dipakai melihat kompleksitas ini. Jika sentimen primordial memang akar dari kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada umumnya, maka persoalan di Papua akan banyak kekerasan serupa yang terjadi, sebagaimana isi berita dari jurnalis arus utama yang mengabarkan peristiwa di Wamena tahun 2000 misalnya. Clifford Geertz juga menggunakan konsep ini dalam menjelaskan tentang munculnya persekutuan yang lebih luas daripada hubungan langsung kekerabatan dan komunitas, namun tidak memiliki ikatan sipil dengan negara-negara modern. Dalam menyikapi persoalan demikian, Geertz menegaskan akan perl...